Satu tahun telah berlalu setelah pendakian terakhir kami ke Gunung Pangrango. Rasa jenuh dan rindu begitu menggebu di hati kami untuk bercumbu kembali dengan alam. Dengan perencanaan yang begitu mendadak, yakni Sabtu, 19 Desember 2015, saya dan kawan-kawan di Sahabat Hikers berkumpul di sebuah food court di bilangan Kopo, Bandung. Adalah saya, “Mr. President” Irvan, “Ustadz” Helmy, dan Mey berkumpul membicarakan rencana ini. Namun sayang sekali Mey tidak bias ikut bergabung dalam keberangkatan kali ini.
Tampilkan postingan dengan label cerita hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita hidup. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 Januari 2016
Catatan Perjalanan Gunung Guntur 2015
Satu tahun telah berlalu setelah pendakian terakhir kami ke Gunung Pangrango. Rasa jenuh dan rindu begitu menggebu di hati kami untuk bercumbu kembali dengan alam. Dengan perencanaan yang begitu mendadak, yakni Sabtu, 19 Desember 2015, saya dan kawan-kawan di Sahabat Hikers berkumpul di sebuah food court di bilangan Kopo, Bandung. Adalah saya, “Mr. President” Irvan, “Ustadz” Helmy, dan Mey berkumpul membicarakan rencana ini. Namun sayang sekali Mey tidak bias ikut bergabung dalam keberangkatan kali ini.
Sabtu, 11 Juli 2015
Catatan Kecil Hari Ke-25
Sudah hampir dua minggu saya
tidak mengirim pesan pada kamu. Iya saya rindu. Entah kesibukan macam apa yang
melenakan saya dari kamu. Segala tetek bengek pekerjaan sudah saya lalui,
setiap malam pun saya memiliki waktu senggang, tapi entah kenapa saya begitu
enggan untuk mengirim pesan singkat saja pada kamu. Mungkin saya terlalu malu.
Saya malu mengakui perasaan rindu ini. Kamu tahu? Kamu itu enak tidak tahu
beratnya rasa rindu.
Sudah hampir dekat dengan hari
raya kamu, saya masih bingung apa bisa saya berikan. Mungkin hadiah sederhana
seperti tahun lalu. Karena mungkin hadiah tahun ini akan menjadi hadiah
terakhir dari saya, entah perasaan saya mengatakan demikian. Banyak kemungkinan
pada diri kamu, pada diri saya dan pada diri kita. Saya tidak tahu kemungkinan
mana yang bakal jadi kenyataan. Membayangkan yang terbaik tapi menyiapkan yang
terburuk. Itu saya.
Saya dengar akhir-akhir ini kamu
semakin gelisah. Entah karena kamu merasa kesepian atau sudah ada seseorang
yang mengobati kesepian kamu itu, saya tidak tahu. Tapi jika hal terakhir yang
terjadi, saya turut berbahagia. Kamu tahu hal yang membahagiakan itu apa? Yakni
melihat seseorang yang kita sayangi berbahagia. Semoga kebahagiaan selalu
menyertai langkahmu.
Terakhir, entah kenapa pertanyaan
kamu waktu itu tentang naik gunung selalu ada di pikiran saya. Saya sungguh
ingin mengajak kamu naik gunung. Berdiri di puncak kemudian berteriak sepuas
kita. Melihat kebun penuh bunga edelweis seperti yang kamu inginkan. Tapi entah
kapan saya bisa mewujudkan keinginan kamu itu atau barangkali orang lain yang
akan melakukannya. Siapa saya atau orang lain, saya hampir tidak peduli. Saya
hanya ingin melihat senyum kamu lagi walau sekali.
Sabtu, 05 April 2014
#OJT444
Hari itu, 1 Oktober 2013. Saya
dipertemukan dengan Opik, Dimas dan Fitri dalam sebuah keluarga bernama KPP
Pratama Majalaya untuk melaksanakan sebuah kegiatan bernama On The Job
Training. Saya sudah kenal Opik sejak lama. Dia adalah adik kelas saya sewaktu
SMP dulu, kemudian menjadi teman satu kelompok saat Dinamika dulu. Lalu Dimas
dan Fitri adalah jebolan dari DI Pajak di BDK Cimahi.
Selasa, 11 Maret 2014
Awas Penipuan NPWP!
Hari ini kebagian dapet tugas
negara ke daerah Pacet. Ya suatu kecamatan di bagian selatan Kabupaten Bandung.
Lingkungan Kecamatan Pacet didominasi oleh sawah dan kebun yang terletak di
daerah berbukit-bukit. Suhu udaranya cukup adem dibanding dengan daerah Ciparay
atau Majalaya yang terletak di sebelah utara. Tugas negara kali ini adalah
pelayanan Drop Box SPT Tahunan dan konsultasi masalah perpajakan. Adalah saya, seorang pelaksana dari Seksi
Pelayanan dan salah satu kepala seksi sebagai ketua tim yang berangkat ke
Kantor Kecamatan Pacet.
Minggu, 08 September 2013
Saya dan Organisasi
Tulisan ini terinspirasi dari
mini-blog seseorang yang kemarin malam berkicau mengenai organisasi yang
diikutinya saat di kampus. Saat membaca tulisannya tersebut entah mengapa
menjadi flashback tersendiri teringat tentang yang pernah saya alami dulu. Momen
yang pas juga ketika saat ini saya pun diharuskan membuat daftar riwayat hidup
(DRH) untuk pemberkasan CPNS saya. Dalam DRH tersebut terdapat poin pengalaman
organisasi, yang menurut tafsir saya tidak termasuk kepanitiaan, terutama yang
pernah menjadi pengurus di dalamnya.
Selasa, 11 Juni 2013
Musik di Malam Random
Malam ini adalah malam yang
sangat random. Entah mengapa. Playlist Winamp saya malam ini diisi oleh
Sarasvati, YUI, One OK Rock dan Coldplay. Entah apa yang ada di pikiran saya
saat menyusun playlist tersebut.
Lantunan musik Sarasvati
benar-benar menghanyutkan saya pada misteri-misteri dibalik lirik dan nada-nada
dibaliknya. Begitu mistis nada yang terlantun. Ini juga sebagai pelengkap dari
buku Maddah karya Teh Risa yang baru saja saya baca. Jadi pengen nonton
langsung perform live mereka.
YUI. Sebenarnya cuma ada 1 lagu
yang ada di playlist malam ini. HELLO. HELLO adalah Original Soundtrack dari
film Paradise Kiss. Kebetulan kemarin saya nonton film ini dan nonton film ini
sungguh awkward moment sekali karena ada orang tua saya juga yang ikut nonton.
Meski tidak terlalu ‘dewasa’ tapi tetap saja membuat awkward. Haha.
Kemudian ada One OK Rock. Saya
mulai jatuh cinta dengan band asal Jepang ini. Terlebih setelah mendengar lagu
The Beginning yang lagi-lagi merupakan Original Soundtrack dari sebuah film
Jepang, Rurouni Kenshin. Ya film yang diangkat dari manga dan anime ini
mengambil lagu The Beginning untuk menghiasi kehebatan film ini. Selain The
Beginning, ada juga lagu Wherever You Are yang benar-benar menghanyutkan hati. Meski
berbau cinta-cintaan tapi menurut saya lagu ini bukan untuk merayu atau
menggombal tapi justru sebagai bentuk penghargaan kepada orang yang kita
sayangi.
Terakhir, Coldplay. Ya saya suka
band asal United Kingdom ini. Hampir di setiap playlist yang saya buat selalu
ada Coldplay. Oleh karena itu, tak aneh lah jika saya masih memasukan beberapa
lagu Coldplay.
Sebenarnya ada lagu yang baru
saya download juga yang saya dengarkan mala mini. Alone At Last dengan lagu
berjudul Cinta. Isi lagu ini begitu menyidir kalangan anak muda sekarang yang
gampang galau karena cinta. Padahal banyak hal-hal yang lebih penting dan
berarti dari terpuruk karena cinta.
Entah apa hubungan atau tema dari
musisi yang saya dengarkan di atas. Tapi saya suka mendengar mereka semua malam
ini. Mungkin benar juga musik bukan santapan hati tapi santapan telinga. Haha.
Ngarang dari mana saya kata-kata itu.
Cikuray Dalam Tiga Episode (Episode Tiga)
Babak ketiga dari cerita Cikuray baru saja terjadi akhir
minggu lalu. Awalnya Pri yang berinisiatif mengajak teman-teman eks-Papandayan
untuk nanjak bareng lagi. Semula rencananya akan diikuti 8 orang tapi pada pelaksanaannya
hanya 5 orang yang jadi ikut. Sebenarnya perjalanan kali ini bisa disebut
kurang persiapan walau pada akhirnya banyak makanan akibat mundurnya 3 orang
tadi. Pri, Putri dan Deni berangkat dari Jakarta sedangkan saya dan Mey
berangkat dari Bandung menggunakan sepeda motor.
Senin, 10 Juni 2013
Cikuray Dalam Tiga Episode (Episode Dua)
Episode
dua ini adalah kesempatan kedua saya untuk menjejaki tanah di gunung Cikuray.
Kali ini saya berjalan bersama teman-teman SMK saya yang aktif berkegiatan di
Rumah Belajar (Rubel) Cimahi. Tim ini terdiri dari saya, Helmy, Irvan, Fajar,
Iso, Anu, Fahmi, Andhi, Emmy dan Boyen. Awalnya saya dan Helmy berinisiatif
untuk kembali ke Cikuray pasca lebaran, tepatnya di awal September. Jodoh pun
bersambut Fajar dan teman-teman di Rubel pun memiliki acara yang sama, maka
kenapa tidak jika kami berbarengan berangkat ke Cikuray. Irvan yang merupakan
teman SMK satu jurusan berlainan kelas mendengar kabar rencana kami dan dia
meminta untuk ikut. Saya iyakan saja padahal kapasitas tenda yang kami bawa
kurang mencukupi untuk 9 orang dan ini ditambah 1 orang lagi.
Cikuray Dalam Tiga Episode (Episode Satu)
| Gunung Cikuray dari Puncak 2 Gunung Guntur |
Cikuray. Sebuah nama gunung yang
terletak di Garut, Jawa Barat. Dengan titik elevasi di angka 2.818 meter dari
permukaan laut, menjadikan gunung ini tertinggi nomor empat di dataran Jawa
Barat. Gunung ini memiliki beberapa jalur dari kaki bukit untuk menuju puncaknya,
tapi yang paling terkenal adalah 3 jalur utama: Dayeuhmanggung, Cikajang dan
Bayongbong. Jalur Dayeuhmanggung adalah jalur yang paling banyak dilalui oleh
pendaki karena lebih landai dan memiliki pemandangan yang indah. Dibanding
jalur Dayeuhmanggung, jalur Cikajang dan Bayongbong memiliki tingkat keterjalan
yang cukup menyulitkan.
Dari tiga kali kesempatan
mengunjungi gunung ini, saya menapaki perjalanan melalui Dayeuhmanggung. Di
kesempatan ketiga (8-9 Juni 2013) sebenarnya saya ingin mencoba jalur Cikajang
akan tetapi pesona perkebunan teh di jalur Dayeuhmanggung sungguh memikat. Tapi
pada kesempatan ini tambahan tantangan yang memacu adrenalin saya hadirkan bagi
diri saya dan kawan seperjalanan, Mey, yaitu mengendarai sepeda motor dari
Bandung menuju Pemancar, yang merupakan titik awal pendakian. Bagaimana tidak
menjadi berupa tantangan? Jupiter MX milik Mey dipaksa untuk akrab dengan
gigi-1 dari gerbang Perkebunan Teh Dayeuhmanggung sampai pemancar. Jalan yang
rusak berkelok-kelok dan menanjak dengan selingan turunan tajam sungguh membuat
badan pegal.
Sebenarnya saya ingin bercerita
secara kronologis hanya saja ingatan saya begitu buruk untuk dituangkan menjadi
semacam bentuk tulisan. Saya pun menyadari betul tingkat kemalasan saya untuk
menulis pun belakangan sangat tinggi. Oleh karena itu, mumpung ada perjalanan
yang bisa saya ceritakan saya akan coba bercerita mengenai perjalanan saya ke
gunung cikuray dalam tiga kesempatan.
Rabu, 08 Mei 2013
Timbul dan (Kebanyakan) Tenggelam
Entah berapa lama saya timbul dan
(kebanyakan) tenggelam di dunia maya. Facebook yang sesekali menampilkan foto
atau update buku yang saya baca di
Goodreads, jarang saya sambangi. Kicauan yang tidak pernah merdu bahkan hampir benar-benar
serak tak pernah terlontar lagi lewat Twitter. Blog saya pun ikut terkubur
tanpa ada pos-pos baru (bahkan saya terhitung jarang membuat tulisan baru).
Bosan saya dengan dunia maya.
Kemudian beberapa teman mungkin
bertanya (jika sempat itupun) kemana saya.
Sebenarnya saya tidak kemana-kemana. Ada. Kadangkala (meski tak sering)
ikut memperhatikan laku dari teman-teman.
Beberapa kali terdampar di daratan asing yang baru pertama kali terinjak
dalam sebuah petualangan singkat baik dalam atau antar kota. Sisanya, saya
hanya mondar-mandir di sekitaran rumah. Tidak produktif. Atau mungkin membaca
beberapa buah buku (dan e-book) dapat dikatakan salah satu (-satunya) tindakan
produktif yang saya lakukan.
Ada keinginan untuk tidak
melakukan hal yang itu-itu saja. Bosan. Sama seperti dulu, sekarang pun
demikian, bosan. Sama bosannya dengan tayangan infotaiment di televisi yang
selalu menyuguhkan hal macam eyang-eyangan. Tapi entah kemana daya kreatifitas
untuk mendobrak kebosanan tersebut hilang. Beberapa hari (mungkin juga minggu)
ke belakang, saya terus mencari obat dari kebosanan ini. Bukan obat seperti
goyang-goyang girlband-girlband Korea (atau imitasinya di Indonesia) yang
mengobati sedikitnya dayu-dayu dari musik melayu yang digawangi ST12, Wali, dan
kawan-kawan. Obat demikian hanya menyembuhkan sesaat dan ketika terus-menerus
dicekoki maka akan sama seperti penyakit yang disembuhkannya. Saya butuh obat
yang benar-benar racun yang bisa mematikan semua kebosanan yang ada. Obat yang
tidak akan membunuh semua kegiatan yang ada tapi memberi rasa baru di setiap
aktifitas saya. Obat bernama kreasi dan inovasi.
Bekerja. Kata orang bekerja
sedikitnya dapat memancing daya kreatifitas seseorang. Tapi justru kegiatan
bekerja ini yang saya hindari. Bukan apa-apa. Ketika saya terjebak pada
rutinitas 8-17 kembali saya akan merasa semakin bosan dan terkekang. Hingga kini saya memilih untuk tidak menjadi buruh di manapun. Meskipun di akhir tahun lalu saya sempat merasakannya itu hanya untuk memberi prespektif yang baik bagi sekitar saya. Ditambah tambahan dana segar yang mengalir dapat saya belanjakan untuk aset minat saya dan tabungan untuk masa pengangguran seperti sekarang.
Entah beruntung atau tidak. Selepas 3 bulan mengabdi di sebuah perusahaan untuk sebuah proyek, saya mendapati rutinitas baru yakni bolak-balik ke rumah sakit. Bayi yang baru lahir 1 bulan dari saudara sepupu saya kedapatan memiliki gumpalan cairan di otak. Ya saya bolak-balik untuk mengantar ibu saya yang ingin menjenguk (hampir setiap hari). Alhasil setelah 1 bulan, bayi tersebut keluar dari rumah sakit.
Dari mulai saya berhenti menjadi buruh, saya memulai untuk kembali beraktifitas membaca buku. Ya memang bukan buku ilmu pengetahuan, melainkan buku novel. Tapi saya cukup senang. Agak tersita waktu saya dengan hampir setiap hari melahap kata demi kata, halaman demi halaman, dan buku demi buku. Ada ketertarikan untuk mulai membaca buku ilmu pengetahuan terutama masalah ekonomi (mungkin karena sekarang saya sudah mulai merasa bidang tersebut adalah major saya entah kini atau kelak). Hanya saja, kini saya masih lebih cenderung membaca novel. Di samping hal teresebut, saya juga sekarang sedang agak mengikuti ilmu-ilmu di bidang properti. Saya rasa menjadi agen bebas properti cukup menjanjikan.
Band? Band saya sementara ini masih vakum. Entah terlalu sering vakum mungkin menjadi terlalu biasa. Tidak ada yang bisa saya ceritakan lagi.
Selama tahun 2013 saya sudah menapaki 3 buah gunung (sampai tulisan ini dibuat), yaitu Papandayan dan Guntur di Garut serta Gede di Cianjur. Tentu ini pun akan menjadi hutang tulisan catatan perjalanan saya di blog ini. Sementara catatan perjalanan tahun lalu pun belum sempat saya bereskan.
Mungkin sebegitu saja yang dapat saya tuliskan. Nanti saya sambung lagi jika ada kesempatan.
N.B: Saya juga lagi seneng film Jepang lagi.
Entah beruntung atau tidak. Selepas 3 bulan mengabdi di sebuah perusahaan untuk sebuah proyek, saya mendapati rutinitas baru yakni bolak-balik ke rumah sakit. Bayi yang baru lahir 1 bulan dari saudara sepupu saya kedapatan memiliki gumpalan cairan di otak. Ya saya bolak-balik untuk mengantar ibu saya yang ingin menjenguk (hampir setiap hari). Alhasil setelah 1 bulan, bayi tersebut keluar dari rumah sakit.
Dari mulai saya berhenti menjadi buruh, saya memulai untuk kembali beraktifitas membaca buku. Ya memang bukan buku ilmu pengetahuan, melainkan buku novel. Tapi saya cukup senang. Agak tersita waktu saya dengan hampir setiap hari melahap kata demi kata, halaman demi halaman, dan buku demi buku. Ada ketertarikan untuk mulai membaca buku ilmu pengetahuan terutama masalah ekonomi (mungkin karena sekarang saya sudah mulai merasa bidang tersebut adalah major saya entah kini atau kelak). Hanya saja, kini saya masih lebih cenderung membaca novel. Di samping hal teresebut, saya juga sekarang sedang agak mengikuti ilmu-ilmu di bidang properti. Saya rasa menjadi agen bebas properti cukup menjanjikan.
Band? Band saya sementara ini masih vakum. Entah terlalu sering vakum mungkin menjadi terlalu biasa. Tidak ada yang bisa saya ceritakan lagi.
Selama tahun 2013 saya sudah menapaki 3 buah gunung (sampai tulisan ini dibuat), yaitu Papandayan dan Guntur di Garut serta Gede di Cianjur. Tentu ini pun akan menjadi hutang tulisan catatan perjalanan saya di blog ini. Sementara catatan perjalanan tahun lalu pun belum sempat saya bereskan.
Mungkin sebegitu saja yang dapat saya tuliskan. Nanti saya sambung lagi jika ada kesempatan.
N.B: Saya juga lagi seneng film Jepang lagi.
Senin, 21 Januari 2013
Saya, Langit dan Malam
Minggu, 20
Januari 2013
Saya suka mengamati langit. Khususnya pada malam hari. Dari semenjak kecil saya suka sekali menatap ke atas. Menengadahkan kepala saya ke arah atas. Melihat sesuatu yang tidak terbatas. Infinity. Perasaan yang maha luas dapat saya rasakan. Begitu bebas dan menenangkan. Bukan cuma cemerlangnya bulan, kilauan bintang atau misteriusnya gerhana, tapi langit malam begitu memukau saya meski hanya dengan gelapnya saja.
Saya suka mengamati langit. Khususnya pada malam hari. Dari semenjak kecil saya suka sekali menatap ke atas. Menengadahkan kepala saya ke arah atas. Melihat sesuatu yang tidak terbatas. Infinity. Perasaan yang maha luas dapat saya rasakan. Begitu bebas dan menenangkan. Bukan cuma cemerlangnya bulan, kilauan bintang atau misteriusnya gerhana, tapi langit malam begitu memukau saya meski hanya dengan gelapnya saja.
Sewaktu saya
masih kecil. Rumah saya tidak berbentuk seperti sekarang. Masih terdapat pagar
dari tembok yang mengelilingi rumah yang sekarang tergantikan oleh kios-kios
yang disewakan. Saya sering sekali keluar rumah di malam hari dan menaiki pagar
tembok tersebut. Menatap lama bulan apalagi ketika purnama. Mengagumi bintang-bintang
yang terhampar luas. Kadang saya hanya berada di halaman rumah saja menatap ke
arah timur karena di sanalah bagian langit terluas yang dapat saya lihat dari
sana. Ketika dulu di kota saya, Bandung, sangatlah mudah melihat banyak bintang
bertebaran di angkasa. Saat itu polusi cahaya masih sedikit dan sedikit pula
bangunan yang menjulang lebih dari 2 lantai.
Beranjak ke
tingkat sekolah menengah, rumah yang saya tinggali mengalami perubahan besar.
Kios-kios sewaan mulai berdiri menggantikan pagar tembok di rumah. Bangunan tua
di belakang yang sering digunakan untuk menjemur pakaian sudah digantikan
kamar-kamar kontrakan. Tetangga samping kiri-kanan-belakang mulai membangun
rumahnya dengan ketinggian yang lumayan. Beruntung, di atas kamar-kamar kontrakan
tersebut masih berupa bekas coran yang belum dibangun apapun di atasnya. Saya
pindah ke tempat ini untuk mengamati langit malam. Sayangnya pada masa-masa
ini, suasana langit sudah tidak seperti sekarang. Semakin jarang saya temui
bintang-bintang yang berkerlip. Langit Bandung sudah mulai terlalu terang oleh
temaram lampu kota. Saya sering ditemani gitar ungu (yang kini telah almarhum)
saat saya berada di sana. Genjreng-genjreng tidak jelas atau cuma buat beberapa
larik puisi yang pada akhirnya pun saya bakar di tempat itu.
Malam ini.
Suasana langit yang jarang saya temui belakang dapat saya liat. Senja kali ini
cukup menarik bagi saya. Pukul 18:00 WIB langit Kota Bandung masih terang
benderang. Cuaca yang jarang saya liat mengingat dari awal tahun Bandung sering
dilanda awan mendung atau hujan dari sore hingga malam. Beranjak ke malam hari
setelah matahari benar-benar tenggelam. Bulan dengan fase masih setengah
purnama ditemani Jupiter yang bersinar sangat terang mulai tampak terlihat mata
telanjang. Ketika saya melihat ke sekeliling, saya baru menyadari jika lebih
banyak bintang yang terlihat dari biasanya. Mengagumkan karya cipta Sang Khalik
ini. Mungkin pemandangan ini masih kalah dibanding beberapa tahun yang lalu,
tapi setidaknya mengobati kerinduan saya mengamati langit yang begitu
menakjubkan.
Saya beritahu
satu hal. Jika mempunyai waktu senggang di Bandung, cobalah sempatkan berkemah
di kawasan Gunung Puntang. Anda akan mengerti mengapa Gunung Puntang menjadi
salah satu spot favorit saya untuk
melihat bintang.
-------------
Senin, 21 Januari 2013
Menurut kalender astronomi yang saya dapat di tumblr malam nanti akan terjadi konjungsi antara bulan dan Jupiter. Konjungsi ini akan terjadi lagi di tahun 2026 nanti. Saya harap langit malam ini akan cerah sehingga saya dapat mengamatinya.
-------------
Senin, 21 Januari 2013
Menurut kalender astronomi yang saya dapat di tumblr malam nanti akan terjadi konjungsi antara bulan dan Jupiter. Konjungsi ini akan terjadi lagi di tahun 2026 nanti. Saya harap langit malam ini akan cerah sehingga saya dapat mengamatinya.
-------------
Minggu, 13 Januari 2013
Ignorance Is A Choice Too (?)
Entah kenapa belakangan ini saya
agak sensitif mengenai masalah hati. Sedikit saja terusik membuat mood saya berputar-putar, naik-turun,
dan labil. Ditambah beberapa teman saya sering menggoda saya. Benar-benar
membuat saya malas untuk menanggapinya meski itu hanyalah gurauan. Kadang saya
berpikir, masalah perasaan adalah masalah yang rentan sekali. Mudah sekali
untuk dibuat high atau juga down. Mudah bahagia dan mudah juga
terluka.
Sebenarnya saya tidak perlu
sebuah alasan untuk membenarkan ketidakstabilan ini. Tapi jika saya harus
menyebut satu, ya itu adalah saya tidak ingin melukai siapapun. Entah berapa alasan
yang dibutuhkan teman-teman saya tersebut untuk mengerti jika gurauan mengenai
hati memiliki takaran tersendiri. Dosis yang pas dan mungkin berbeda bagi
beberapa orang (maybe I am one of them). Kelebihan
dosis gurauan tesebut bisa mengakibatkan efek samping yang tidak bagus.
Nowadays, ignorance is a choice too. Ya mungkin itu yang mesti saya
lakukan. Mengabaikan mereka dan menjalani hidup saya meski hanya kesenangan
sendiri. I hope when I stop to give them
my attention, they could understand what I mean. Saya juga manusia bisa
terluka, dan maybe ada orang lain
yang terluka juga di suatu tempat sana. Ketika terluka oleh gurauan, siapa yang
bertanggung jawab?
Minggu, 06 Januari 2013
Sabun, 2 Ribu dan Bis Kota
Haha. Setelah sekian lama akhirnya saya bisa merasakan kembali yang namanya keberuntungan. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun saya bisa dapat hadiah. Hadiah uang tunai lagi. Meski cuma 2 ribu perak nilainya tapi bener-bener menyenangkan. Pas tadi siang saya mandi, eh ada sesuatu yang aneh di sabun mandi saya. Saya korek-korek dan tarik sesuatu seperti plastik dari dalam sabun. Jreng jreng... ternyata uang 2000 rupiah. Alhamdulillah. :D
Hari ini juga saya main ke toko buku di bilangan Jl Purnawarman. Spesialnya hari ini saya jalan-jalan ga pake motor, tapi pake bis Trans Metro Bandung koridor 2. Itung-itung nyobain bis baru dan mengenang jaman-jaman dulu. Walau agak cape karena harus dicampur jalan kaki yang agak lumayan tapi saya seneng. Great day lah pokonya hari ini :).
Hari ini juga saya main ke toko buku di bilangan Jl Purnawarman. Spesialnya hari ini saya jalan-jalan ga pake motor, tapi pake bis Trans Metro Bandung koridor 2. Itung-itung nyobain bis baru dan mengenang jaman-jaman dulu. Walau agak cape karena harus dicampur jalan kaki yang agak lumayan tapi saya seneng. Great day lah pokonya hari ini :).
Sabtu, 05 Januari 2013
Prolog 2013: Hidup Terus Berjalan
Sejujurnya saya malas untuk
menulis. Sekedar bercerita tentang kebosanan hidup saya belakangan ini. Padahal
ini sudah masuk ke tahun yang baru. Tahun yang akhirnya memiliki 4 angka
berbeda setalah terakhir terjadi tahun 1987. Sedapatnya saya bisa membuat
perbedaan pula di tahun ini. Tapi entah kenapa saya begitu malas untuk memulai
perbedaan tersebut. Bukan karena saya berada di zona nyaman (bahkan saya sudah
meninggalkannya sejak lama), mungkin karena saya belum menemukan hal baru yang bisa
saya lakukan.
Malam tahun baru 2013, saya lalui
dengan tidur. Tubuh saya masih menanggung rasa sakit akibat penyakit yang
mampir di tubuh ini. Sebelumnya saya memeriksakan diri ke dokter di hari
Minggu. Dokter belum dapat membuat kesimpulan, namun prediksinya saya terkena
gejala tipes atau gejala DB. Sejak hari Sabtu, kepala saya pusing dan sakit.
Demam tinggi tak kunjung turun pula. Ditambah badan saya yang mendadak pegal-pegal.
Kejutan di awal tahun belum usai.
Ternyata tumbuh gigi geraham bungsu di rahang atas bagian kanan belakang.
Karena sudah tidak ada tempat, gigi tersebut tumbuh dengan cara yang tidak
sempurna. Setelah mencari informasi mengenai gigi yang satu ini, saya tahu jika
ada kemungkinan gigi ini akan bikin masalah suatu saat nanti meski saat ini
tidak terasa sakit.
Sebenarnya masih ada yang
mengganjal di akhir tahun 2012 ini. Kegagalan berangkat ke gunung Papandayan
ternyata berdampak keinginan hebat untuk segera naik gunung lagi. Di awal tahun
2013 ini, ingin saya segera merealisasikan keinginan saya tersebut. Karena
selain hal tersebut, saya ingin menghancurkan kebosanan akan pekerjaan saya
saat ini. Ditambah saya menyaksikan film 5cm yang berlokasi syuting di gunung
Semeru, semakin membangkitkan hasrat saya. Bahkan terbesit suatu niatan untuk
bereuni dengan para Rainbow Effect di gunung Lawu.
Ya saya menantikan berbagai
peristiwa yang semoga akan selalu memberi warna dan perbedaan tersendiri bagi
hidup saya.
Langganan:
Postingan (Atom)

